BOJONEGORO – Program Studi Sistem Komputer, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, resmi melepas sejumlah sarjana baru dalam Yudisium Sarjana ke-VIII FST UNUGIRI yang digelar Kamis, 3 September 2026. Selain menambah jumlah lulusan, program studi ini juga menorehkan prestasi riset tingkat fakultas lewat salah satu mahasiswanya.
Acara yang berlangsung di kampus UNUGIRI itu disiarkan langsung melalui kanal YouTube UNUGIRI TV dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, di antaranya Rektor UNUGIRI Dr. K. Muhammad Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., para wakil rektor, dekan, wakil dekan, ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi. Yudisium tahun ini meluluskan mahasiswa dari lima program studi: Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Statistika, dan Teknik Mesin.
Dekan FST UNUGIRI, Muhammad Jauhar Fikri, M.Kom., dalam sambutannya menyebut yudisium bukan sekadar seremoni serah terima gelar akademik, melainkan puncak dari perjalanan panjang penuh perjuangan dan doa. Ia kemudian menegaskan posisi Program Studi Sistem Komputer di antara lima disiplin ilmu di fakultasnya, dengan menyebut lulusan program studi tersebut sebagai “para ahli integrasi perangkat keras dan sistem kecerdasan terintegrasi” – peran yang menurutnya kian krusial seiring kebutuhan infrastruktur sistem komputasi yang terus berkembang di berbagai sektor industri.
Fikri menambahkan, kombinasi lima disiplin ilmu di FST termasuk Sistem Komputer, merupakan fondasi utama peradaban masa depan di tengah dunia yang bergerak sangat cepat, menyebut otomasi, kecerdasan buatan, sains data, rekayasa mesin, serta infrastruktur sistem komputasi sebagai bidang-bidang yang akan sangat bergantung pada komitmen dan keahlian para lulusan.
Dalam prosesi tersebut, Program Studi Sistem Komputer meluluskan sejumlah mahasiswa yang dinyatakan resmi menyandang gelar Sarjana Komputer. Surat Keputusan (SK) Yudisium turut diserahkan secara simbolis oleh Dekan kepada perwakilan lulusan dari tiap program studi, dengan Ahmad Alvin Faiz, S.Kom., tampil mewakili Program Studi Sistem Komputer, mendampingi perwakilan dari empat program studi lain di lingkungan FST.
Capaian program studi ini juga tampak dari sisi riset. Pada sesi penyerahan sertifikat penghargaan penelitian terbaik Fakultas Sains dan Teknologi untuk semester genap tahun akademik 2025/2026 – satu penghargaan untuk tiap program studi – wakil dari Sistem Komputer, Ahmad Nasih Ulwan Basalam, meraih predikat tersebut lewat skripsi berjudul “Smart Energy Management”, yang membahas sistem monitoring dan prediksi konsumsi energi listrik. Dalam presentasinya, disebutkan bahwa ia berhasil mengembangkan alat pemantau penggunaan daya listrik yang terintegrasi dengan sistem berbasis mobile, dengan bimbingan Afril Evan Fajri, M.Kom., dan Rihatul Rahmah, M.Si.
Suasana haru turut mewarnai prosesi begitu sambutan perwakilan mahasiswa disampaikan oleh Muhammad Zaini Rahmat Abidin dari Program Studi Teknik Informatika, mewakili seluruh peserta yudisium dari lima program studi, termasuk Sistem Komputer. “Kita memulai semua ini dengan rasa takut dan tidak percaya diri… tapi hari ini kita yang hadir pada hari ini dan sudah tertulis namanya dalam SK, telah menyelesaikan tanggung jawab yang kita mulai,” ujarnya, disambut riuh tepuk tangan peserta yudisium yang memenuhi ruangan.
Ketua Program Studi Sistem Komputer, Dwi Issadari Hastuti, S.Pd., S.Kom., M.Kom., turut hadir mendampingi para lulusan dalam prosesi tersebut. Ia sempat menempuh perjalanan dari Surabaya, tempatnya saat ini tengah menjalani studi lanjut program doktoral (S3), demi dapat hadir langsung pada momen kelulusan mahasiswa yang ia bina. Ditemui usai acara, Dwi Issadari menyampaikan pandangannya soal capaian program studi tahun ini sekaligus harapannya untuk para lulusan.
“Sistem Komputer bukan sekadar program studi yang mencetak teknisi, tapi mencetak integrator — orang yang mampu menyatukan perangkat keras, perangkat lunak, dan sistem kecerdasan menjadi solusi yang utuh. Angkatan tahun ini membuktikannya, dari yang hari ini resmi menyandang gelar Sarjana Komputer hingga yang karyanya diakui sebagai penelitian terbaik tingkat fakultas,” ujar Dwi Issadari.
“Harapan saya, semangat ini terus dibawa oleh adik-adik lulusan. Jangan berhenti belajar, dan jadikan ilmu yang didapat di sini sebagai bekal mengabdi, bukan sekadar gelar di belakang nama,” tambahnya.
Dwi Issadari juga menyinggung tantangan ke depan bagi program studi yang ia pimpin. “Kebutuhan tenaga ahli di bidang integrasi perangkat keras dan sistem cerdas akan terus tumbuh. Ini jadi tanggung jawab kami di Sistem Komputer untuk terus menyesuaikan kurikulum dan mendorong mahasiswa aktif meneliti, seperti yang sudah dibuktikan pada yudisium kali ini,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Rektor UNUGIRI turut menegaskan bahwa gelar yang disandang para lulusan bukan sekadar deretan huruf di belakang nama, melainkan bentuk amanah, tanggung jawab sosial, dan wujud pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap para sarjana baru, termasuk dari Program Studi Sistem Komputer, dapat memanfaatkan bekal hard skill dan soft skill yang diperoleh selama kuliah untuk menjawab tantangan dunia kerja yang menurutnya bergerak sangat cepat. Rangkaian yudisium ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran dekanat, ketua program studi dari lima prodi, dan perwakilan lulusan, termasuk dari Program Studi Sistem Komputer, sebagai penanda resmi berakhirnya masa studi para mahasiswa sebelum memasuki prosesi wisuda universitas.




